Kamis, 01 Maret 2012

Tali-Temali

Tali dan simpulnya selalu di gunakan, entah itu untuk mengikat pita di rambut atau dasi di kemeja. Pengetahuan tali temali penting agar bisa memanfaatkan tali sesuai dengan kepentingan. 
Cara pemeliharaan tali.
  • Tali ijuk henap adalah tali yang tahan diberi lilin atau di lapisi atau digosok dengan lilin.
  • Peliharalah tali-tali dengan menyimpannya di tampat yang kering.
  • Gulunglah dengan baik, apabila di perlukan dapat di pakai.
  • Jika tali basah jemurlah di terik matahari agar menjadi kering, baru di simpan dengan baik.
Seorang pramuka harus tekun berlatih tali, untuk itu pramuka harus tekun berlatih menggunakan tali.
Jenis-jenis tali :
  1. Tali ijuk,
  2. Tali rami/henap,
  3. tali bambu,
  4. tali katun, 
  5. tali nilon,
  6. tali sintetik,
  7. tali pelastik,
Dari jenis tali-tali tadi, tali pelastik adalah tali yang paling sulit digunakan karna licin. tali mempunyai dua buah ujung dan bagian yang memanjang disebut : badan tali.
Dan harus selalu diingat, kesalahan membuat simpul dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Sejarah 
Tali-temali juga merupakan  salah satu dari keterampilan tertua yang dimiliki manusia, yang mempunyai dua fungsi ; keguanaan dan kindahan (dkorasi) ; dibeberapa tempat tali-temali telah mempunyai unsur magis dan keperluan kepercayaan tertentu (misal seperti di India dan Amerika, pada orang-orang India).
Tali-temali telah lama tercatat dalam sejarah. dan memerlukan bagian penting dari banyak peristiwa perdagangan dan kerajinan dan secara khusus digunakan dikalangan para pelaut. Para pelaut yang berlayar dengan kapal pengangkut di abad ke 19, mengetahui dan telah menggunakan puluhan macam simpul dan mungkin termasuk yang paling terampil dalam hal ini. Jumlah simpul yang banyak tersebut mempunyai kegunaan masing-masing yang sangat spesifik.

Simpul
  • Simpul Ujung Tali 
 Kegunaannya untuk mencegah pintalan tali terurai.









  • Simpul Mati
Untuk mengakhiri suatu ikatan
Untuk Menyambung dua utas tali yang sama besarnya dalam keadaan kering.


  • Simpul Anyam : Kegunaannya untuk menyambung dua utas tali yang tidak sama besar dalam keadaan kering


  • Simpul Anyam Berganda : Kegunaannya adalah untuk menyambung dua utas tali yang tidak sama besar dalam keadaan basah

  • Simpul erat : Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan











  • Simpul kembar
    Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin
  • Simpul kursi
    Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan
  • Simpul penarik
    Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar
  • Simpul laso
Simpul Tiang : gunanya adalah untuk mengikat leher binatang agar tercekik (= simpul kambing)


Macam – macam Ikatan tali
  1. Ikatan pangkal
    Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.
  2. Ikatan tiang
    Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.
  3. Ikatan jangkar
    Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.
  4. Ikatan tambat
    Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.
  5. Ikatan tarik
    Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada  suatu tiang, kemudian mudah untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.
  6. Ikatan turki
    Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher
  7. Ikatan palang
  8. Ikatan canggah
  9. Ikatan silang
  10. Ikatan khaki tiga

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar